Agen Casino Online Agen Judi Poker Agen Casino Sbobet Agen Poker Online Agen Bola Terpercaya Agen Poker Terpercaya Agen Poker Terbaik

Klopp dan ‘Sepakbola Tancap Gas’ untuk Liverpool

Klopp dan 'Sepakbola Tancap Gas' untuk Liverpool

Liverpool – Juergen Klopp selalu dikenal dengan filosofinya memainkan sepakbola enerjik dan tak kenal lelah. Filosofi yang sama pun bakal ia terapkan di Liverpool.

Filosofi Klopp tersebut terlihat jelas ketika ia menangani Borussia Dortmund. Di bawah arahannya, Dortmund berubah menjadi tim yang tak henti melakukan pressing dan punya serangan balik cepat.

Gaya main Dortmund di bawah arahan Klopp mendapatkan label ‘Gegenpressing’. Salah satu ciri dari ‘Gegenpressing’ Klopp adalah tiap kali kehilangan bola, pemain-pemain timnya akan langsung mengerubungi dan menekan lawan yang menguasai bola.

Di luar itu, filosofi Klopp juga dijabarkan dalam ucapannya berikut: “Saya tidak suka menang dengan 80% possession. Buat saya, itu tidak cukup. (Saya suka) sepakbola petarung, bukan sepakbola yang kalem, itulah yang saya suka. Di Jerman kami menyebutnya ‘Sangat Inggris’ –hari yang diguyur hujan, lapangan yang becek, 5-5, wajah semua orang kotor, lalu semuanya pulang dan tidak bisa bermain sampai beberapa pekan ke depan.”

Jelas sudah bahwa Klopp menginginkan sepakbola yang mengentak-entak. Dalam bahasanya, sepakbola harus dimainkan layaknya musik heavy metal.

Liverpool sebenarnya juga sempat memainkan pola yang agak mirip di bawah arahan Brendan Rodgers dua musim silam –ketika Luis Suarez masih menjadi bagian tim. Kala itu, Liverpool tak pernah alpa melakukan pressing ketat tiap kali kehilangan bola. Mereka juga punya serangan balik cepat sehingga siapa pun lawan yang menyisakan ruang di lini pertahanan –atau menerapkan garis pertahanan tinggi– akan terpukul.

Klopp disinyalir akan menyempurnakan gaya tersebut. Bedanya, gaya Klopp lebih agresif. Manajer berusia 48 tahun itu pun menyebutnya sebagai sepakbola ‘full throttle’ alias ‘tancap gas’.

“Kemenangan memang penting, tapi gaya main dan bagaimana kami meraih kemenangan itu juga penting. Saya percaya pada filosofi, di mana emosi, kecepatan, dan kekuatan amat penting. Tim saya harus main tancap gas sejak awal dan bermain sepenuh hati di tiap laga,” ujar Klopp seperti dilansir Soccerway.

“Sanga penting memainkan sepakbola yang merefleksikan mental Anda sendiri, merefleksikan identitas klub, dan memberikan arah yang harus diikuti. Taktik memang penting, tapi taktik juga harus disertai hati.”

Klopp diperkirakan akan menerapkan formasi 4-2-3-1 seperti yang dia pakai di Borussia Dortmund. Dalam formasi tersebut, Jordan Henderson dan Emre Can bisa dimainkan sebagai double pivot. Sedangkan James Milner/Jordon Ibe, Roberto Firmino, dan Philippe Coutinho mengisi pos tiga gelandang serang di belakang penyerang. Pos penyerang bisa diisi oleh Daniel Sturridge atau Christian Benteke.

Kebiasaan Klopp memainkan dua full-back yang aktif menyerang juga bisa terpenuhi dengan kehadiran Nathaniel Clyne dan Alberto Moreno. Sementara, Joe Gomez bisa dikembalikan ke pos aslinya sebagai bek tengah.

Klopp juga bisa mendorong Milner dan Coutinho ke depan untuk menemani ujung tombak tunggal, sementara pos “nomor 10” diisi oleh Firmino.