Agen Casino Online Agen Judi Poker Agen Casino Sbobet Agen Poker Online Agen Bola Terpercaya Agen Poker Terpercaya Agen Poker Terbaik

Pellegrini: Musim Premier League yang Tak Normal

Pellegrini: Musim Premier League yang Tak Normal

Manchester – Musim 2015/2016 dianggap sebagai anomali dalam sejarah Premier League. Banyak kejutan terjadi dan persaingan yang sangat seimbang, poin yang dibutuhkan untuk jadi juara di akhir musim diprediksi lebih rendah dibanding periode sebelumnya.

Sepanjang sejarah Premier League tercatat cuma ada tiga kejadian di mana klub menjadi juara dengan poin di bawah 80. Manchester United terakhir melakukannya di 1998/1999 dengan 79 poin dipunya. Di dua tahun sebelumnya MU juga jadi juara dengan 75 poin, sementara pada 1997-1998 Arsenal jadi kampiun dengan 78 poin.

Situasi itu diprediksi Manuel Pellegrini akan terulang di tahun ini. Manager Manchester City itu menilai musim 2015/2016 adalah sebuah ketidaknormalan karena para tim raksasa sudah menelan banyak kekalahan.

“Ini akan menjadi gelar yang sangat sulit untuk dimenangkan karena poin-poin yang dipunya seluruh tim kini tidak normal. Anda tidak mengalami itu di Premier League. Mungkin di musim ini tim-timnya lebih kuat, mungkin pertandingannya lebih sengit. Setiap musim berbeda, tapi untuk memenangi Premier League musim ini akan sangat sulit, dan akan cuma butuh kurang dari 80 poin,” ucap Pellegrini

Arsenal yang kini berada di puncak klasemen punya 33 poin dari 16 pertandingan. Malam nanti posisi mereka bisa digusur Leicester yang akan menjamu Chelsea. Jika bisa menjungkalkan sang juara bertahan, The Foxes akan mengoleksi 35 poin.

Selain Leicester yang berada di puncak klasemen, kejutan lain di Liga Inggris musim ini di antaranya adalah kemenangan Bournemouth atas Chelsea dan Manchester United. Belum lagi Arsenal yang dipermalukan West Ham United di pekan pertama, serta City yang tunduk atas Stoke City.

“Saya pikir pemuncak klasemen di paruh musim tidak akan bisa mencapai 40 poin. Ini akan menjadi (musim) yang paling sengit,” lanjut Pellegrini di Guardian.